ipmjateng.or.id, Pekalongan – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Tengah Periode 2019-2021 menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator dan Pendamping II  (PFP II) yang  berlangsung  selama lima hari itu  di selenggarakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Nyontaan Kota Pekalongan pada Rabu, (4/9) – Minggu, (8/9).

Pada PFP kali ini, PW IPM Jawa Tengah mengambil tema “Optimalisasi Peran Fasilitator dalam Mengemban Perkaderan IPM Jawa Tengah yang Berkeadaban”, Inti dari tema kali ini adalah mencoba mengoptimalkan peran fasilitator yang merupakan titik balik dari sebuah pencapaian fasilitator. Dimana periode sebelumnya, PW IPM mencoba memasifikasikan peran fasilitator, sedangkan periode sekarang lebih memfokuskan  bagaiamana cara mengumpulkan kembali fasilitator untuk dioptimalkan dan diberdayakan sehingga bisa bersama sama membicarakan perkaderan IPM, terutama tentang pemfokusan sistem perkaderan IPM Jawa Tengah.

Pada saat ini PW IPM jawa tengah telah mengsung gerakang  Literasi Berkeadaban, dimana para fasilitator tersebut diharapkan bisa menerjemahkan gerekan tersebut dalam sebuah  di daerah daerah.

“Harapannya setelah ini temen bisa terus belajar serta  mengingat bahwa peran kita sebagai aktor perkaderan, yaitu menjelaskan dan menerjemahkan gerakan geraakan perkaderan tingkat wilayah ke daearah-daerah. Para alumni PFP II kali ini juga akan dijadikan sebagai Corp Fasilitator Jawa Tengah”, Ujar Ainur Rosyid Adzikri selaku Ketua Bidang  Perkaderan PW IPM Jawa Tengah.

Dari tema di atas juga menghasilkan beberapa materi yang sampaikan saat PFP II, di antaranya ada materi psikologi pendidikan, kefasilitatoran, strategi pendidikan milenial, dan materi tekhnik pendampingan dan  monitoring dan evaluasi (monev).

Materi pertama yaitu  membahas tentang psikologi pendidikan dan bagaimana kondisi peserta, materi kedua membahas tentang kefasilitatoran mempelajari tentang strategi perkaderan, materi ketiga membahas tentang bagaimana kondisi pelajar milenial saat ini dan bagaimana strategi perkaderan yang pas untuk perkaderan milenial, dan yang terakhir membahas tentang pendampingan dan monev bagaimana dalam monitoring  pra, saat, dan pasca kemudian pendampingan pasca perkaderan itu sendiri.

“Harapan dari PFP II adalah menghasilkan Corp Fasilitator Wilayah dengan  menjadi aktor penerjemah kebijakan-kebijakan yang  dibuat oleh Pimpinan Pusat serta menjadi konseptor untuk di terjemahkan ke setiap daerah , terkait pembagian job nanti akan di bagi per-karisedenan karena ada beberapa perwakilan dari daerah, nanti kita fokuskan untuk membantu pelaksananaan perkaderan di karesnya masing-masing  di bantu oleh alumni PFP 1, juga nanti bertugas untuk memasifkan pelaksanaan fasilitator pendamping satu di daerahnya masing-masing”, Ujar  Arif  Nur Faudin selaku Master Of  Training PFP II. *(LMKTI JATENG)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *