Sebelum kita membahas lebih lanjut terkait tema di atas, terlebih dahulu kita kupas apa itu makna literasi ?? apa itu makna budaya pelajar??
Seiring terjadinya perkembangan zaman, makna literasi menjadi semakin berkembang pula. Literasi yang dahulu hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis kini telah berkembang maknanya menjadi li.te.ra.si1/literasi/(1) kemampuan menulis dan membaca; (2) pengetahuan atau ketrampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu; dan (3) kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Dari definisi yang bersumber dari KBBI tersebut, poin (1) memuat makna literasi zaman old dan poin (2) dan (3) merupakan makna literasi yang berkembang saat ini (zaman now).

Gambar tersebut menunjukkan bahwa orang yang literat (bisa baca tulis) dari tahun ke tahun bertambah jumlahnya.

Semakin gelap warna biru menunjukkan bahwa tingkat literasi suatu negara pada gambar tersebut semakin tinggi.
Jika mengacu pada pengertian literasi yang merujuk KBBI poin (1) maka posisi Indonesia masih di angka aman karena memiliki warna biru yang cukup tua dan setara dengan angka 95% berdasar gambar tersebut. Namun, seperti kita ketahui bahwa kini makna literasi semakin berkembang. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan baca dan tulis tetapi jauh lebih luas dari hal tersebut. Ada banyak istilah literasi saat ini, contoh : literasi digital, literasi media, literasi visual, literasi keuangan, lterasi informasi, dll. Sebagai contoh, literasi informasi dimaknai sebagai kemampuan seseorang membaca, memahami dan memanfaatkan berbagai informasi. Jadi, tidak hanya dimaknai dengan membaca informasi saja akan tetapi juga memahami dan memanfaatkan informasi tersebut.
Setelah kita tahu apa itu literasi, mari kita telisik apa itu makna budaya. Secara singkat, budaya dimaknai sebagai suatu tata nilai yang ada pada kelompok tertentu yg terdiri dari pengetahuan, keyakinan, kebiasaan, bahasa, seni, pekerjaan, teknologi dan juga organisasi. Sedangkan pelajar dimaknai sebagai seseorang yang sedang menjalani proses belajar. Jadi, budaya pelajar dimaknai sebagai tata nilai pada orang-orang yang sedang belajar.
Lalu, apakah benar budaya literasi pelajar Indonesia telah hilang?? Mengacu pada pengertian literasi secara modern maka dapat kita lihat realita budaya literasi pelajar Indonesia saat ini. Hampir setiap hari sebagian besar pelajar menghabiskan waktunya di depan gawai mereka dan melalui gawai tersebut mereka memperoleh banyak sumber bacaan setiap harinya. Akan tetapi mereka kebanyakan hanya membaca informasi yang di dapat dan kurang dalam hal memahami dan memanfaatkan informasi tersebut. Artinya belum dapat dikatakan bahwa budaya literasi di tubuh pelajar kita saat ini hilang, buktinya pelajar kini justru rajin membaca informasi yang berasal dari gawai mereka, namun masih kurang dalam memahami dan memanfaatkan informasi yang didapatkan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya literasi pada pelajar Indonesia masih ada akan tetapi kondisinya menurun dan perlu terus dioptimalkan.
Seringkali kita menganggap bahwa literasi identik dengan proses membaca buku konvensional, namun karena kini telah memasuki era digital maka membaca buku konvensional bukan lagi satu-satunya media untuk menumbuhkan budaya literasi. Adanya gawai dengan kecanggihan teknologi yang ada di dalamnya juga menjadi salah satu sumber literasi pelajar saat ini. Seperti halnya kertas yang terbuat dari daun lontar yang kini telah hilang terkikis zaman, di masa depan bisa saja buku-buku bacaan yang masih berbahan dasar kertas tergantikan posisinya dengan adanya e-book yang dapat dibaca kapanpun dan dimanapun tanpa harus repot membawa dengan susah payah.
M. Taufik Hidayat mengatakan bahwa menurunnya budaya literasi disebabkan karena sebagian besar guru dan orang tua sejak dini hanya mengajarkan kepada anak-anak mengenai budaya membaca saja, tidak sampai pada memahami dan memanfaatkan hasil informasi yang diperoleh. Sehingga hal tersebut terbawa sampai anak tumbuh dewasa.
Untuk terus meningkatkan budaya literasi pelajar ada beberapa cara yang dapat dipraktikkan yaitu sebagai berikut :
Mulailah membaca bacaan yang kita minati dan sesuai dengan apa yang sedang kita tekuni.
Setelah proses membaca selesai lanjutkan proses memahami bacaan, kemudian memanfaatkan informasi yang diperoleh dari hasil membaca kita dan manifestasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi yang lebih banyak
Jadi, budaya literasi tidak hanya sekadar kemampuan baca dan tulis namun sampai kepada tahap memahami dan memanfaatkan informasi yang diperoleh dari proses membaca kita dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Budaya literasi pelajar Indonesia belum sepenuhnya hilang, hanya saja mengalami penurunan. Mari menjadi pelopor literasi pelajar Indonesia, mulailah dari dirimu dan ajak teman-temanmu

Narasumber : Muhammad Taufik Hidayat, (Alumni PW IPM Jawa Tengah periode 2013-2015)
Moderator : Muhammad Sofiyudin, (Ketua PW IPM Jawa Tengah Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan periode 2019-2021)
Penulis : Merlinda Krisdiyanti, (Anggota PW IPM Jawa Tengah Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan periode 2019-2021)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *