Judul: Api Tauhid
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika
Halaman: 588 halaman
Cetakan: IX tahun 2015

“Sesungguhnya yang layak dicintai adalah cinta itu sendiri. Dan yang layak dimusuhi adalah permusuhan itu sendiri.”

Sepenggal kutipan dari novel yang Luar biasa itulah yang dapat penulis ungkapkan setelah membaca cerita dalam novel Api Tauhid.

Menceritakan Fahmi tokoh utama dalam cerita ini, pemuda dengan pola pikir idealis yang sangat memegang prisip Islam dalam hidupnya melakukan perjalanan untuk menyembuhkan luka hatinya setelah mendapat gugatan cerai dari istri yang baru saja dinikahinya secara siri.

Firdaus Nuzula, gadis yang dinikahinya secara siri, terpisah jarak karena Fahmi harus menyelesaikan kuliahnya di Madinah dan Nuzula di Jakarta. Belum lama berselang dari pernikahan mereka, Nuzula menggugat cerai. Apakah yang sebenarnya terjadi?

Sakit hati yang teramat sangat membuat sosok pemuda yang sangat sholeh ini melakukan perjalanan menyusuri jejak Said Nursi ulama besar dari turki yang mempunyai kecerdasan luar biasa yang mampu menghafal satu buku dalam sekali baca saja dan mempunyai idealisme sebagai umat Isam seperti dirinya.

Dalam perjalanan Fahmi Bersama teman-temannya, dapat kita pelajari mengenai nilai-nilai kehidupan dan idealisme sebagai seorang muslim yang dipegang teguh oleh Said Nursi.

Pada dasarnya novel ini adalah novel sejarah yang menceritakan kisah hidup Said Nursi, namun dikemas dengan apik dengan tambahan kisah cita Fahmi dan Nuzula membuat novel ini menarik untuk dibaca, data dan fakta yang disajikan dalam cerita inipun dapat membuka wawasan kita atas apa yang terjadi pada detik-detik berakhirnya kekhalifahan Utsmaniyyah yang sempat membuat penulis merinding dan tanpa sadar meneteskan air mata.

Novel ini juga akan membuat kita melayang membayangkan keindahan kota turki dengan skala adat istiadatnya.

Untuk bacaan motivasi, penulis sangat menentang novel ini, dalam sekali baca bukan hanya terhibur oleh romantisme, kisah cinta fahmi, kita juga mendapat wawasan sejarah Islam dan pemahaman pemuda Islam yang luar biasa.

*Penulis: Ahmad Yaki Al Muna (Anggota Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan PW IPM Jawa Tengah periode 2019-2021)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *