Oleh : Fatimah (PD IPM Kab. Karanganyar)

INDONESIA…
Negeri gemah rimpah loh jinawi,
Alam raya subur makmur menyejukkan hati,
Tak ada yang tak tumbuh dari tanah pertiwi,
Potensi alam modal kekayaan negeri,
Syair yang bagus bukan??
Yaa, itulah Indonesia… Apapun bisa anda dapat di negeri pertiwi ini, dengan bentangan pulau – pulau dari sabang sampai merauke yang menyimpan harta karun disetiap wilayahnya. Sawah, gunung, laut, emas, tambang semua ada di negeri ini. Sungguh tidak heran jika banyak negera yang ingin menguasai bumi pertiwi nan asri ini. Tidak hanya itu, ribuan adat istiadat dan kebudayaan juga menjadi daya tarik tersendiri, banyak turis berdatangan hanya untuk menikmati hijaunya rumput diladang dan keelokan ragam budayanya.

Namun, tahukah anda, bahwa menjadi warga negara Indonesia adalah beban berat atau justru musibah bagi anak muda, pasalnya mereka dibebani amanah besar yang termaktub dalam ikrar yang bernama “Sumpah Pemuda”.

Sumpah pemuda sendiri merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan Indonesia sebagai hasil keputusan kongres pemuda kedua yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di Batavia atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Ibukota Jakarta.

Mengapa menjadi pemuda Indonesia adalah musibah?

Ketika mendengar kata musibah, anda pasti akan berfikir tentang kesusahan, kesulitan, kelaparan dan sebagainya. namun, disini penulis memaknai bukan seperti yang anda fikirkan. “Musibah” disini adalah tentang beratnya amanah yang harus dipikul oleh pemuda Indonesia, karena masa depan negara berada di tangan anak-anak muda saat ini. bagaimana memikirkan nasib rakyat dengan jumlah yang fantastis, geografis wilayah yang sangat luas, suku, budaya dan bahasa daerah yang beragam. Maka, akan menjadi musibah jika negari sebesar dan sekaya ini dipimpin oleh generasi yang “loyo”.

Amanah “Sumpah Pemuda” ini menjadi PR besar bagi pemuda Indonesia sebab mereka harus mempersiapkan diri untuk menjadi pengganti pemimpin-pemimpin yang sekarang. Jangan sampai Indonesia dimasa depan dipimpin oleh penguasa-penguasa yang dungu lagi dzalim. Yang menimbun harta untuk kepentingannya sendiri, aniaya terhadap rakyat, dan hukum tegak hanya bagi yang mau bayar sebagaimana tertulis dalam sebuah pepatah “tumpul keatas tajam kebawah”.

Sebagai generasi harapan penerus bangsa, anak muda jangan sampai “loyo”. Dalam bahasa jawa, loyo memiliki beberapa arti yang kesemuanya bernotif negative. Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia, “loyo” bisa berarti lemah. Maka, dapat dikatakan jangan sampai generasi muda Indonesia memiliki jiwa yang lemah. Lemah fisik, lemah mental, lemah intelektual apalagi lemah spiritual.

Oleh karna itu, pemuda haruslah memiliki jiwa yang kuat dan spirit yang tinggi didukung dengan pemahaman spiritual yang lurus, penguasaan intelektual yang kuat dan kebermanfaatannya untuk umat, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan . Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, ‘seandainya aku tidak demikian tentu tidak akan begini dan begitu’, tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan Allah dan Allah berbuat apa saja yang dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan”. (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh. Muslim: 2664; Ahmad: II/366, 370; Ibnu Majjah: 79, 4168; an-Nasa’I dalam Amalul Yaumiyah wal Lailah: 626, 627; at Thawawi dalam Ayarh Musykilil Aatsar: 259, 260, 262; Ibnu Abi Ashim dalam kitab as Sunnah: 356).

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara, 1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu; 2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu; 3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu; 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu; 5. Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim, hadits ini dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir).

“Negeri besar hanya pantas dipimpin oleh generasi yang baik, dan generasi yang baik tidak akan muncul dari pemuda-pemuda yang dungu lagi lemah” (B.E. Hapeepi).


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *