Oleh : PW IPM Jawa Tengah.

Generasi muda merupakan satu-satunya harapan bangsa untuk menjadikan Indonesia lebih berkemajuan. “Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Pidato tersebut diucapkan oleh Bung Karno dengan berapi-api yang dapat menambah semangat bagi pendengarnya. Dari pidato tersebut kita juga bisa mengartikannya, bahwa masa depan Indonesia berada di tangan para generasi muda.

Saat ini para generasi muda hidup dimasa semua serba canggih, serba teknologi. Pada zaman inilah, para generasi muda dituntut untuk bisa memanfaatkan teknologi yang ada dengan baik, bahkan teknologi ini bisa membantu dalam penerapan sumpah pemuda.

Bulan ini bangsa Indonesia akan memperingati hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Sumpah Pemuda ialah keputusan kongres pemuda kedua yang diselenggarakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Ikrar Sumpah Pemuda sendiri juga dapat menanamkan semangat di dalam diri para pemuda Indonesia.

Tahun 2019 bangsa Indonesia memperingati Sumpah Pemuda yang ke-91 dengan tema “Bersatu Kita Maju”. Tema ini menegaskan bahwa para pemuda harus menjunjung persatuan untuk mewujudkan cita-cita negara Indonesia. Sudah seharusnya sebagai generasi muda peka terhadap tema kali ini. Saling berpartisipasi dan bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita Indonesia. Menumbuhkan rasa persatuan pada diri masing-masing.

Kita lihat saat ini banyak sekali kelompok muda yang kurang peduli terhadap bangsa sendiri. Mereka lebih memprioritaskan golongan masing-masing, dalam arti ‘egois’ terhadap Indonesia. Mereka bersikap ‘bodo amat’ terhadap bangsa ini.

Saat ini perilaku para pemuda Indonesia sangatlah mengkhawatirkan. Kita dapat melihatnya dalam pergaulan bebas, banyaknya kasus narkoba, maraknya cyber bullying, dan sebagainya hingga mereka menutup telinga dengan rumitnya masalah yang terjadi di Indonesia saat ini.

Kami berpikir, salah satu faktor yang menjadikan pemuda Indonesia memiliki perilaku yang mengkhawatirkan adalah karena Kurangnya pendidikan agama yang ditanamkan terhadap diri para pemuda. Perlunya penanaman moral akhlak memang harus dilakukan sejak dini. Para orang tua saat ini banyak yang beranggapan bahwa yang tepenting adalah mencukupi anak-anak mereka dengan materi. Ini salah besar.

Indonesia sangatlah membutuhkan peran generasi muda yang tanggung jawab, smart, kreatif, inovatif, dan berani. Bukan pemuda yang hanya mengkritiki negara Indonesia, selalu membicarakan tapi tidak mau bergerak untuk memajukannya. Para pemuda Indonesia harus bangkit dari keterpurukan. Jangan hanya stuck menunggu takdir yang akan mengubah negara ini. Bagaimana Indonesia akan dikenal oleh dunia jika generasi mudanya saat ini hanya bisa bersenang-senang dan masih berdiam diri duduk manis di rumah.

Semoga dihari Sumpah Pemuda kali ini dan hari seterusnya para generasi muda mulai bersatu dalam memajukan bangsa Indonesia dan berlomba-lomba dalam menyalurkan kreatifitasnya.

Sumber:
– https://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda
– https://www.google.com/search?q=pidato+soekarno+tentang+yang+lebih+suka+pemuda+ya
ng+ngerokok+tapi+membicarakan+tentang+negara&oq=pidato+soekarno+tentang+yang+leb
ih+suka+pemuda+yang+ngerokok+tapi+membicarakan+tentang+negara&aqs=chrome..69i57
.36553j0j4&client=ms-android-samsung-gj-rev1&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *