Dalam Janji Allah yang tertuang dalam sabda Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam, Pemuda menempati urutan kedua dari tujuh golongan yang akan diberi naungan pada Hari Kiamat. Bukan sembarang pemuda yang akan mendapatkan janji tersebut. Tapi ianya adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.

Wahai kaum yang mengaku memiliki jiwa muda, marilah kita penuhi apa yang Allah janjikan kepada kita, jangan cuma sibuk menagih janji pejabat yang dilontarkan ketika kampanye. Kita penuhi dulu janji Allah yang sudah pasti ditepati, dengan syarat kita memperbaiki ibadah kita lalu mengistiqomahkannya.

Memperbaiki ibadah dan akhlak adalah langkah pertama untuk pemuda tatkala ingin memperbaiki diri serta lingkungannya. Memperbaiki dan membenahi sikap pemuda juga sudah naik kedudukannya menjadi wajib di zaman ini. Semua mata menyaksikan betapa saat ini pemuda bagaikan pedang bermata dua. Jika memiliki karakter yang mumpuni, besar kemungkinan akan menjadi agent of change atau agen perubahan, namun jika karakternya rusak, besar kemungkinan bisa menjadi awal kehancuran di segala lini.

Menjadi muda adalah suatu anugerah besar. Kekuatan, kematangan, dan Keberanian dikaruniakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala pada usia muda. Karena itu nasib Bangsa serta Pesyarikatan sangat bergantung dengan apa yang kita kerjakan hingga waktu muda kita habis . Nasib Bangsa dan Pesyarikatan Muhammadiyah selama lima sampai sepuluh tahun lagi menjadi tolok ukur seberapa bermanfaatkah waktu muda kita.

Aksi kita di masa muda memiliki dampak besar pada lingkungan dan orang orang terdekat kita, karenanya perlu ditumbuhkan kembali kesadaran dan kemauan kaum muda agar mau menjadi pelopor kebaikan di lingkungannya.

Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi kepedulian kaum muda pada nasib umat dan bangsa adalah lingkungan. Lingkungan yang dimaksud meliputi; Teman pergaulan, bacaan, media informasi, lingkungan akademis dan pekerjaan, keluarga, serta lingkup keagamaan dan tempat ibadah.

Melihat faktor lingkungan yang ternyata begitu menyeruak di seluruh sendi kehidupan kita, maka alangkah terpujinya jika para anak muda Muhammadiyah dan Indonesia berkomitmen untuk memilih lingkungan yang baik lalu bersama komunitas kebaikannya berusaha memengaruhi lingkungan yang jelek dengan berbagai upaya agar tertular semangat kebaikan yang sama.

Mesin pemanas utama sebuah bangsa atau organisasi adalah kaum muda yang berani membuat perubahan. Ia berani mengubah kebiasaan kebiasaan kecilnya sebagai awal dari perubahan besar. Karena merupakan sebuah keniscayaan bahwa perubahan kecil akan membawa kepada perubahan besar, maka besar harapan kepada kaum muda agar bisa melakukan perubahan sekecil apapun untuk lingkungannya.

Mengutip Pandangan Gubernur D.K.I Jakarta, Bapak Anies Baswedan saat memberikan sambutan terpisah pada acara wisuda santri di MBS Yogyakarta, anak muda pertama kali harus memantapkan akhlak sebagai pegangan hidup. ”Yang pertama akhlak, jangan sampai ini kendor”, ujarnya pada wisuda yang dihelat pada 27 april 2019 itu. Lebih lanjut beliau melanjutkan tentang karasteristik yang bisa menjadikan anak muda unggul.

Beliau menyatakan bahwa anak muda perlu menguasai kemampuan literasi dasar yang cakupannya luas yaitu literasi bahasa, budaya, ekonomi, sosial, dan lain sebagainya. Kemudian anak muda juga perlu menguasai kompetensi abad ke 21 yaitu: kreatif, komunikasi, serta kerjasama .

“Anak muda juga harus berani membuat terobosan terobosan, yang biasa kami sebut 4K, yaitu kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan kritis”, Ujar beliau menandaskan.

Begitu berpengaruhnya kaum waktu muda bagi kehidupan individu dan kolektif sampai sampai Allah akan menanyakan kita pada hari kiamat kelak tentang waktu muda kita. Dalam sebuah Hadits, Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda, “tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi RabbNya sehingga ditanya tentang lima hal : tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh, dan dalam apa ia belanjakan dan tentan apa yang ia amalkan dari apa yang ia ketahui”. H.R. Tirmidzi

Demikianlah bagaimana waktu muda kita akan dimintai pertangungjawaban. Maka alangkah gembiranya jika kita kelak mengatakan dengan bangga bahwa waktu muda kita dihabiskan dalam rangka ibadah kepada Allah. Kita menghabiskan waktu muda kita dengn apa yang dirdhoi olehNya. Kita menghabisan waktu muda kita untuk menolong agama Allah.

Maka spirit inilah yang perlu dibangun oleh seluruh aktivis muda dalam lingkup Pesyarikatan Muhammadiyyah Yaitu semangat untuk aktif di Muhammadiyah untuk menegakan agama Allah. Sehingga waktu muda kita bisa diganjar dengan nilai ibadah dan mendapat karunia Allah di hari kiamat kelak. Aamiin.

Maka, Pemuda dengan amunisi serta ketajaman tekad dan semangatnya, bisa menjadi motor perubahan yang sangat berpengaruh bagi umat dan bangsa. Pelopor kebaikan yang baru di setiap zaman adalah pemuda yang berani tampil kedepan dan siap menghadapi semua tantangan. Para pujangga dan sejarawan muslim banyak bercerita tentang kegagahan pemuda Islam di masa kejayaan khilafah Islam dengan kata kata sebagai berikut.

Pada siang hari mereka bagaikan singa yang tak takut mati menerjang benteng kekafiran dan kemunafikan
Sedang pada malam hari tiada kau lihat mereka melainkan mereka mengisi malam mereka dengan munajat dan ibadah kepada Allah

Begitulah gambaran keagungan para pemuda yang telah berhasil mengantarkan masyarakat dan agama Islam meraih puncak keemasanya pada zaman dahulu. Bukan tidak mungkin kejayaan itu bisa terulang kembali jika kita memiliki spirit yang sama. Maka marilah manfaatkan waktu muda kita sebaik mungkin lewat wadah pesyarikatan Muhammadiyah untuk melayani umat dan menegakan agama Allah subhanahu wata’ala serta melayani umat.

Kaum muda memiliki andil dalam pergerakan dunia ekonomi serta berbagai macam dinamika sosial dan keagamaan di semua negara di dunia. Karena itu bekal wajib yang harus dimiliki oleh kaum muda yang pertama kali adalah akhlak dan ilmu agama. Setelah hal tersebut terpenuhi maka hal selanjutnya yang perlu terus diasah dalam diri pemuda adalah kemampuan hardskill, softskill, dan lifeskill. Hardskill adalah kemampuan kognitif yan mencakup kemampuan materi atau fisik yang dikuasai. Softskill adalah kebalikan dari hardskill, yaitu skill pada sisi emosional seorang individu. Termasuk dalam softskill adalah kemampuan komunikasi, kerjasama, teguh pendirian dan lain sebagainya. Sementara lifeskill adalah ilmu bertahan hidup serta mendapat penghasilan yang cukup untuk menghidupi diri.

Gerbong regenerasi Muhamadiyah harus diisi oleh sumberdaya-sumberdaya kaum muda yang baik akhlak dan karakternya. Maka tugas para pemuda saat ini, adalah terus memperbaiki akhlak dan karakternya. Berikutnya kaum muda harus pandai mengenal dan membaca lingkungan sekitarnya. Hal ini dimaksudkan agar kaum muda memiliki keberanian dan menjadi reaktif terhadap segala hal yang kiranya bermanfaat untuk umat dan bangsanya.

Lalu jika sebuah bangsa dan oranisasi memiliki kaum muda yang baik, maka pembangunan dan perbaikan akan berjalan dengan baik pula.

Sebagai penutup penulis akan kutipkan perkataan Syaikh Abdul Aziz Bin Baz tentang pemuda.

“Para pemuda pada setiap umat manusia, mereka adalah tulang punggung yang membentuk unsur pergerakan dan dinamisasi . pemuda memiliki kekuatan yang produktif. Kontribusi yang terus menerus. Tidak akan bangkit sutu umat umumnya kecuali ada di pundak (kepedulian dan sumbangsih) para pemuda dan semangat menggelora.” Allahuakbar!.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *