Para Gila Baca dari Masa Lalu

Judul : Gila Baca Ala Ulama
Penulis : Ali bin Muhammad Al-Imran
Penerbit : Khuttab Publishing
Cetakan : Pertama
Jumlah Halaman : 178 halaman
Tahun Terbit : 2016

Buku yang berjudul Gila Baca Ala Ulama, Potret Keteladanan Ulama Dalam Menuntut Ilmu, karya Ali bin Muhammad Al-‘Imran ini sebenarnya adalah hasil terjemahan dari buku yang Al-Musyawwiq Ila Al-Qiraah Wa Thalab Al-‘Ilm oleh Kuttab Publishing. Dari sub judulnya saja sudah terlihat bahwa buku ini menitikberatkan kepada para pembaca muslim yang ingin mengetahui potret para ulama terdahulu dalam menuntut ilmu. Namun semua orang dari latar belakang yang berbeda dapat mengambil pembelajaran dan inspirasi yang terkandung didalam buku ini.

Dewasa ini kita mengetahui bahwa menuntut ilmu yang dari sekedar mengikuti aturan seperti masuk sekolah dasar hingga ke jenjang perkuliahan untuk mendapat gelar tertentu dan naik jabatan kemudian ilmu itu kita anggap telah kuasai, maka buku ini menulis “Jangan merasa puas dengan ilmu yang telah engkau ketahui. Sebab, perasaan puas menunjukkan kurangnya perhatian terhadap ilmu. Kurangnya perhatian terhadap ilmu akan mendorong seseorang meninggalkan ilmu. Apabila seseorang meninggalkan ilmu, maka dia pun menjadi bodoh – Al-Mawardi”. Motivasi yang mendasari para ulama terdahulu sangat getol dalam menuntut ilmu karena mereka mempunyai prinsip “menambah ilmu berarti menambah peluang untuk menyebar kebaikan”. Dengan kata lain, semangat untuk mengejar pahala berada di atas tujuan-tujuan lain.

Dalam buku ini Ali bin Muhammad Al Imran ingin memperlihatkan betapa menakjubkannya para ulama-ulama terdahulu dalam menuntut ilmu yang mana bukan lagi dikatakan menuntut ilmu tapi lebih tepat cinta, ada yang selama 40 tahun tak pernah tertidur selain ada buku di dadanya, ada yang sampai melupakan shalat sunnah, ada yang singgah di kuburan hanya untuk membaca dan menghindari bercengkerama dengan manusia, bahkan ada yang tak berpikir untuk menikah, saking cintanya pada buku.

Bagi para pembaca kita mengenal teknik skimming, scaning dan fast reading dalam proses membaca. Di buku ini, yang utama bukanlah tekniknya, melainkan latar belakang motivasi yang mendasari keinginan untuk membaca buku tersebut. Dan setelah buku terbaca, ulama-ulama terdahulu mencontohkan, bahwa cara terbaik untuk mengikat ilmu yang sudah dipelajari dari buku yaitu dengan membacanya berulang kali, mencatat dan mengajarkannya.

Khusus untuk mencatat, ternyata banyak ulama yang sangat bersemangat mencatat ulang kitab-kitab dan kadang menjualnya untuk kebutuhan umat. Ada pula yang setelah membaca sebuah kitab, ia langsung menulis sebuah buku. Seperti kisah Abul Faraj bin Al-Jauzi yang mampu menulis 4 buku dalam sehari, atau Ibnu Manzhur yang selama hidupnya telah melahirkan 500 jilid kitab.

Buku Gila Baca Ala Ulama ini seperti sebuah rangkuman tentang perjuangan ulama-ulama terdahulu dari banyak buku yang dirangkum dalam bab menuntut ilmu. Tentang motivasinya, bagaimana metodenya dan bagaimana cara mereka mengikatnya. Di beberapa tempat, terdapat nukilan-nukilan petuah yang mampu menggerakkan hati, bahwa menuntut ilmu bukanlah semata urusan duniawi belaka, namun lebih jauh maknanya.

Apapun yang kita baca dan ilmu yang didapat, semestinya mampu mengubah pola pikir dan memberi manfaat lebih pada sekitar, bukan hanya semata jadi eksperimen pribadi apalagi sampai membuat kita sombong. Yang terpenting seberapa manfaat buku yang kita pelajari untuk dibagikan bagi orang lain sehingga menjadikan itu pahala jariyah yang tak pernah putus sampai kapanpun.

*Penulis : Muhammad Sofiyudin (Ketua PW IPM Jawa Tengah Bidang Pengkajian Ilmu dan Pengetahuan)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *