Judul : Wajah Peradaban Barat dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler-
Liberal
Penulis : Adian Husaini
Penerbit : Gema Insani
Cetakan : Pertama
Jumlah Halaman : 415 halaman
Tahun Terbit : 2005

Adian Husaini yang dahulu merupakan seorang wartawan yang pelan-pelan bergerak menjadi seorang pemikir. Beliau kemudian menjalani serangkaian proses pembelajaran mengenai masalah pemikiran dan peradaban dunia di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC). Beliau adalah salah satu cendekiawan muda yang konsen mempelajari sejarah dan kebudayaan Peradaban Barat. Karya-karyanya yang membahas mengenai Peradaban Barat sudah banyak bermunculan. Buku “Wajah Peradaban Barat dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler-Liberal” merupakan salah satu karyanya yang berisi mengenai asal muasal Peradaban Barat yang dikupas secara detail dari mulai proses pembentukan hingga pengaruhya terhadap ajaran Islam. Buku ini dikemas dalam tiga bab dan 15 subbab.

Munculnya Peradaban Barat tidak lepas dari sejarah munculnya liberalisme dan sekulerisme dalam tubuh Kristen. Mengapa Barat menjadi sekuler-liberal? Dalam sejarahnya, konsep sekuler-liberal muncul ditubuh Peradaban Barat salah satunya karena Barat telah mengalami masa pahit atau dikenal dengan masa kegelapan (the dark ages). Pada masa itu kebenaran mutlak ada ditangan Gereja. Ketika muncul pemikiran-pemikiran baru dari seseorang dan hal tersebut tidak sejalan dengan apa yang diputuskan pihak Gereja maka orang itu disebut sebagai ”heresy” atau kafir dan akan diberi hukuman oleh Gereja. Salah satu contoh kasus yang terjadi pada masa itu ada pada kasus dihukumnya ilmuwan Barat Galileo Galilei (1564-1642) yang mengekspose teori “heliocentric” bahwa matahari adalah pusat tata surya. Karena pendapatnya tidak sesuai dengan apa yang ada dalam Bible maka otoritas Gereja menghukumnya. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan hegemoni kekuasaan Gereja.

Problema teks Bible juga menjadi salah satu sebab munculnya sekulerisme dan liberalisme di tubuh Barat. Bible yang merupakan kitab suci Agama Kristen justru kandungannya menjadi sesuatu yang diperdebatkan oleh pemuka-pemuka Kristen itu sendiri. Hal ini disebabkan Bible ditulis bukan pada masa Jesus tetapi jauh setelah masa Jesus berakhir. Selain itu, Bible juga memuat hal-hal yang bertentangan dengan akal dan ilmu pengetahuan. Sebab ketiga pemicu muncunya sekuler-liberal di tubuh Barat juga dikarenakan fakta bahwa permasalahan Tuhan juga masih menjadi problem dalam tubuh Barat itu sendiri. Ketiga hal tersebut memaksa Barat untuk menerapkan paham sekuler-liberal dalam kehidupannya.

Setelah sekuler-liberal tumbuh subur di tubuh Barat maka Barat benar-benar memisahkan antara agama dan kehidupan sosialnya, dimata Barat agama adalah urusan masing-masing individu dan negara tidak berhak ikut campur di dalamnya. Setelah sekuler-liberal menjadi paham yang diamalkan Barat, munculah persekutuan antara Zionis dan Imperialisme Barat. Hal ini menjadi salah satu suksesnya Zionis dalam menegakkan negaranya yaitu Israel. Kristen Fundamentalis di AS juga mendukung penguasaan Israel atas Palestina dengan merujuk pada ayat-ayat Bible. Setelah Barat sukses menaklukkan musuhnya yaitu Komunis maka untuk mempertahankan dominasinya, Barat membutuhkan musuh dan musuh yang sedang dicermati saat ini diantaranya adalah Islam. Barat memandang bahwa diantara peradaban-peradaban lain Islamlah peradaban yang saat ini masih eksis berdiri serta dapat menjadi sesuatu yang membahayakan Peradaban Barat di kemudian hari.

Setelah Barat menganut sekuler-liberal maka terjadilah beberapa kemajuan di tubuh peradaan Barat hingga akhirnya Barat menjadi peradaban yang mendominasi dunia. Melalui arus globalisasi, Barat mencoba menghegemoni segala pemikirannya pada dunia internasional. Secara kasat mata, pemikiran-pemikiran Barat memang menawarkan hal-hal yang menarik mulai dari kemajuan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan lain sebagainya. Semuanya itu sekilas memang menyilaukan mata bahkan secara tidak sadar orang awam akan memandang bahwa Peradaban Barat merupakan peradaban yang harus dicontoh dan dijadikan pedoman untuk menuju hidup yang lebih baik. Namun, terlepas dari pada itu ada tujuan-tujuan tertentu dari hegemoni yang dilakukan Barat pada dunia Internasional.

Penyerangan Barat terhadap Islam tidak lagi dilakukan dengan senjata fisik seperti zaman dulu. Namun, Islam berusaha dilemahkan dengan kasih sayang dan invasi-invasi pemikiran yang disebarkan dalam tubuh ajaran Islam. Tidak hanya itu, mitos-mitos mengenai Islam juga dibangun dalam rangka menjatuhkan Islam, mulai dari mitos bahwa Islam identik dengan terorisme, kekerasan dan pertumpahan darah, Islam syarat akan kemunduran berpikir, Islam anti-demokrasi dan lain sebagainya. Selain itu, invasi pemikiran berupa sekulerisme, hermeneutika dalam studi Alquran serta pluralisme agama juga menjadi senjata ampuh yang sedang digencarkannya dalam rangka menggerogoti eksistensi peradaban Islam.

Peradaban Barat yang kini sedang mencapai puncaknya memang manawan untuk diikuti. Namun, jangan sampai mata kita hanya melihat silaunya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhasil dicapai Peradaban Barat tanpa melihat aspek sejarah pembentuknya. Sebagai seorang Muslim kita harus lebih menguatkan iman dan taqwa kita kepada Allah serta terus mengasah pengetahuan kita mengenai berbagai ilmu pengetahuan. Mengambil sesuatu yang baik dari Barat merupakan suatu keharusan, akan tetapi selektif dalam memilih mana yang harus ditiru dan mana yang perlu ditinggalkan juga merupakan suatu keharusan. Sekulerisme dan liberalisme memang sudah sepantasnya ada dalam tubuh Peradaban Barat akibat dari problem-problem yang ada dalam Peradaban Barat itu sendiri. Namun, berbeda dalam Islam yang dalam sejarahnya tidak mengalami dilema dan trauma terhadap agamanya sendiri serta tidak pula mengalami problema teks Alquran, semua Muslim mengakui bahwasannya Alquran adalah kalam Allah dan bukan buatan ataupun ciptaan manusia serta kandungannya pun sesuai dengan fakta-fakta kehidupan. Untuk itu menjadi sekuler dan liberal bukanlah pilihan yang cocok untuk mencapai kemajuan seperti Barat sekarang ini. Peradaban Islam penah berjaya selama ratusan tahun, bukan karena sekulerisme dan liberalisme yang diamalkannya melainkan karena mengamalkan pola pemikiran kitabnya yakni Alquran.

“….jadi karakteristik Peradaban Barat modern, tidak bisa diterima baik oleh Kristen maupun Islam atau oleh agama-agama lain, karena pada intinya yang terdalam ia bersifat kosong agama (irreligious).” -Muhammad Asad (Leopold Weiss)-


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *