Oleh : Metanisa Rofi Hamtina (Anggota Bidang Perkaderan PW IPM Jawa Tengah)

Judul : Sejarah Agama Yahudi
Penulis : Dr. Khalifah Muhammad Hasan
Penerjemah : H. Abdul Somad, Lc., MA dan Faisal Saleh, Lc., M.Si
Penerbit : Tafaqquh Media
Jumlah Halaman : 320 halaman
Tahun Terbit : 2017

Buku Sejarah Agama Yahudi yang memiliki judul asli Tarikh Ad Diyanah Al Yahudiah merupakan sebuah buku yang menjabarkan tentang agama Yahudi, baik dari sisi historis, karakter, ideologi, maupun perkembangannya. Buku ini ditulis oleh Dr. Khalifah Muhammad Hasan yang kemudian di terjemahkan oleh H. Abdul Somad, Lc., MA dan Faisal Saleh, Lc., M.Si. Buku Sejarah Agama Yahudi terdiri dari empat bab dan 13 sub bab, yang dimana sub bab-sub bab nya memiliki bahasa berupa pasal. Buku Sejarah Agama Yahudi memiliki tujuan untuk membantu memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang agama Yahudi.
Sudah bukan rahasia lagi, bahwa segala peristiwa dunia yang terjadi hingga hari ini tidak terlepas dari peran orang-orang Yahudi di dalamnya. Kaum Yahudi yang kini mendominasi dunia hampir di segala aspek, semakin gencar melakukan berbagai macam strategi agar benar-benar sepenuhnya menguasai dunia dengan konsep mereka, New World Order. Gerakan Zionis yang kian massif bergerak memasukan ideologi-ideologinya ke dalam sistem-sistem penting politik dunia, serta semakin gencarnya menyerukan berbagai macam propaganda dan fitnah yang dinisbatkan kepada satu kaum, yakni umat Islam. Tentunya dunia sudah tak asing lagi dengan istilah teroris dan Islamophobia, dimana seakan-akan Islam di branding menjadi agama yang menebarkan virus kekerasan. Pasca meledaknya gedung menara kembar World Trade Center di New York pada 11 September 2001, menjadi tombak awal agama Islam semakin terpojokkan di mata dunia karena membawa nama kelompok yang mengatasnamakan Islam bernama Al-Qaeda dalam dugaan tersangka kasus tersebut. Tetapi kebenaran akan hal itu pun, hingga 18 tahun peristiwa itu telah terjadi, masih banyak menjadi misteri.
Kaum Yahudi menjadi kaum yang sangat berpengaruh di dunia era modern ini, sehingga mirisnya karena dominasi mereka itu membuatnya menjadi kaum yang sombong, congkak, dan tidak memiliki perikemanusiaan, terutama kepada umat Islam. Negara yang menjadi pembuktian dari hal itu adalah Palestina dan Israel. Bangsa Israel yang merupakan kaum Yahudi dengan bengisnya menyandera bangsa Palestina dan merebut tanah-tanah mereka dari tahun 1948 hingga saat ini. Lalu siapakah sebenarnya kaum Yahudi dan mengapa muncul Agama Yahudi ?
Sejarah kaum Yahudi dan agama Yahudi tidak terlepas dari nama-nama Nabi dan Rasul nya umat Islam, yakni Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS, Nabi Yaqub AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Musa AS, Nabi Daud AS, dan Nabi Sulaiman AS. Yahudi merupakan bangsa keturunan Nabi Ibrahim AS dari istrinya yang bernama Sarah, dimana Sarah melahirkan Nabi Ishaq AS dan Hajar melahirkan Nabi Ismail AS. Nabi Ishaq AS memiliki keturunan yang menjadi Nabi dan Rasul bernama Nabi Yaqub AS, dimana Nabi Yaqub AS memiliki nama lain yakni Israel yang berarti ‘kekasih Tuhan (Allah SWT) yang diperjalankan di malam hari’, hal itu karena riwayatnya Nabi Yaqub AS suka melakukan perjalanan di malam hari. Nabi Yaqub AS memiliki 12 anak dari 4 Istri yang kemudian keturunan-keturunannya disebut Bani Israil (penyebutan di dalam Al-Qur’an) yang dalam bahasa mereka menjadi Bani Israel. Keturunan-keturunan Bani Israil inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi dinisbatkan kepada salah satu anak Nabi Yaqub AS bernama Yehuda atau Yahudza. Keturunan Bani Israil juga yang kemudian banyak menurunkan Nabi dan Rasul umat Islam, sehingga bangsa Yahudi begitu sangat membanggakan keturunannya di hadapan kaum Muslim. Padahal karena watak mereka lah yang membuat Allah SWT menurunkan Nabi dan Rasul dari golongan mereka sendiri, yang kemudian Nabi dan Rasul itu di musuhi oleh golongannya sendiri. Maka sebenarnya nenek moyang kaum Yahudi sendiri beragama Tauhid yang mengesakan Allah SWT, tetapi seiring berjalannya waktu banyak kaum Yahudi yang membangkang dengan menyekutukanNya.
Nabi Musa AS adalah seorang Nabi dan Rasul yang menjadi salah satu pahlawan bagi bangsa Yahudi. Hal itu terjadi karena setelah Nabi Yusuf AS wafat, bangsa Yahudi di Mesir yang tidak sepemahaman dengan Fir’aun, diperlakukan dengan tidak manusiawi. Pada saat situasi tersebut, turunlah Nabi Musa AS sebagai penyelamat mereka, terutama bangsa Yahudi yang sudah memeluk agama Tauhid yang dibawa Nabi Yusuf AS. Masa itu, Nabi Musa AS melanjutkan dakwah Nabi Yusuf AS dengan membawa agama bernama Agama Musa dengan kitab suci bernama Taurat, dimana Agama Musa itu sama dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Yusuf AS yakni Agama Tauhid yang bersifat monotheisme. Saat itu bangsa Yahudi tidak terpengaruh dengan tradisi Mesir kuno yang sangat kental dengan agama bersifat polytheisme dengan budaya penyembahan dewa-dewa, karena pada dasarnya, kaum Yahudi ingin menganut suatu agama sendiri yang berbeda dari masyarakat lain di sekitarnya untuk menjaga eksistensi dan ras nya agar tidak bercampur baur dengan masyarakat lain di sekeliling mereka. Walaupun begitu pasca mereka diselamatkan oleh Nabi Musa AS dari raja Fir’aun, mereka tidak lagi memiliki harta seperti dahulu dan berubah menjadi bangsa yang sangat sulit diatur. Padahal saat itu, Allah SWT telah mencukupkan mereka dengan makanan berupa manna (makanan yang langsung turun dari langit di atas pohon berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir) dan salwa (sejenis burung yang langsung turun dari langit untuk dimakan berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir) serta air, namun mereka bosan dan memaksa Nabi Musa AS untuk mencari makanan lain yang lebih mewah. Puncaknya ketika mereka ditinggalkan Nabi Musa AS untuk sementara saat Nabi Musa AS menerima wahyu dari Allah SWT di bukit Sinai, datang seseorang bernama Samiri yang membuat patung anak lembu dari emas dan menyeru Bani Israil menyembah patung itu dengan jaminan mendapatkan keuntungan dunia yang lebih besar. Saat itu tak sedikit para kaum Yahudi yang beragama Tauhid meninggalkan agama mereka dan memilih menganut agama Samiri dengan menyembah patung lembu emas buatan Samiri agar harta mereka kembali melimpah.
Pada masa Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS, bangsa Yahudi memiliki pusat tempat tinggal di Yerussalem. Nabi Daud AS mendirikan kerajaan besar yang kemudian di kembangkan oleh anaknya, yakni Nabi Sulaiman AS. Pada masa itu di wilayah kekuasaan kerajaan Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS, kaum Yahudi berada di zaman keemasan karena kondisi kerajaan Nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS yang memiliki harta melimpah. Setelah Nabi Sulaiman AS wafat, kerajaannya terpecah menjadi dua, yakni wilayah Samaria dan Yerussalem. Pada saat itu, kondisi kaum Yahudi menjadi melemah. Keadaan itu semakin parah ketika terjadi juga perpecahan dua kelompok kaum Yahudi, yakni kaum Yahudi yang masih beragama Tauhid dan kaum Yahudi yang membuat agama sendiri yang sekarang dikenal dengan agama Yahudi. Mengapa sekarang dikenal dengan nama agama Yahudi? Karena sejak dahulu sebenarnya bibit-bibit agama ini sudah muncul dari kalangan Bani Israil di masa Nabi Musa AS yang menganut agama Samiri. Dari situ lah maka muncul historis pergantian nama-nama untuk agama mereka, hingga setelah Nabi Sulaiman AS wafat, mereka menunjukkan eksistensinya dan mengkonsep agama mereka yang kini bernama Agama Yahudi dengan berpedoman pada kitab Talmud.
Kaum Yahudi yang beragama Tauhid menggunakan kitab Taurat dan Zabur, sedangkan kaum Yahudi yang membuat agama Yahudi menggunakan kitab Taurat yang diterjemahkan sesuai kehendak pendeta mereka. Tetapi kaum Yahudi yang beragama Tauhid pun tidak sepenuhnya menjalankan agamanya dengan baik, bahkan hingga di masa Nabi dan Rasul terakhir dari golongan mereka diturunkan, yakni Nabi Isa AS, mereka tidak benar-benar patuh kepada Nabi dan Rasul mereka itu. Puncaknya adalah ketika Allah SWT mengutus Nabi dan Rasul terakhir yang menjadi Nabi dan Rasul umat akhir zaman, yakni Nabi Muhammad SAW, mereka semakin menunjukkan sifatnya yang sombong dan congkak. Mereka tidak mau menerima Nabi Muhammad SAW dengan alasan karena Nabi Muhammad SAW bukanlah Nabi dan Rasul dari golongan mereka, melainkan dari keturunan Nabi Ismail AS. Bagi kaum Yahudi, keturunan Hajar dan Nabi Ismail AS adalah bangsa budak. Sejak saat itu, kaum Yahudi yang beragama Tauhid tidak mau menerima Nabi dan Rasul mereka dan memusuhi Nabi Muhammad SAW beserta para kaumnya Nabi Muhammad SAW, sehingga di masa kini sudah tidak ada lagi kaum Yahudi yang benar-benar beragama Tauhid atau setelah turunnya Nabi Muhammad SAW memiliki nama agama Islam.
Seiring berjalannya waktu, ajaran agama Yahudi juga mengadopsi ajaran agama Kabalah yang dibawa raja Namrud di zaman Nabi Daud AS dengan membawa iblis sebagai pencerah (Lucifer) dan Dajjal sebagai juru selamat. Karena memang secara historis perkembangannya, agama Yahudi selalu terpengaruh oleh ideologi kepercayaan dari pemegang sistem terbesar pada setiap zaman, yang bagi mereka ajaran tersebut dapat masuk di nalar mereka dan dapat memberikan keuntungan bagi golongannya. Mereka mengadopsi sebagian kepercayaan Mesir kuno, kepercayaan agama bangsa Persia terutama Zoroaster, serta kepercayaan dan pemikiran filsafat bangsa Yunani kuno. Para kaum Yahudi yang dahulu mengikuti agama Tauhid, mereka juga mengikuti sebagian ajaran agama Yahudi yang membawa ajaran Kabalah karena mereka merasa sudah lama tidak memiliki seseorang yang dapat dijadikan pencerah dan juru selamat. Sehingga dari sinilah muncul konsep Yudaisme untuk menyatukan seluruh kaum Yahudi di sepanjang masa dan mematenkan agama Yahudi sebagai agama mereka. Kondisi seperti itu yang akhirnya membuat agama Yahudi menjadi terbagi dalam beberapa sekte, yakni sekte Samaria, Hasideans, Farisi, Saduki, Eseni, Karaite, dan Hasidim.
Pada perkembangannya, kaum Yahudi terus melakukan upaya dalam mengembangkan dan menjaga eksistensi golongannya maupun agamanya. Berbagai gerakan telah mereka lakukan, dari gerakan Yahudi Ortodox, gerakan Yahudi Reformis, gerakan Yahudi Konservatif, hingga gerakan Rekonstruksi Yahudi yang menjadi gerakan mereka di abad modern ini. Sebenarnya gerakan Rekonstruksi Yahudi merupakan pengembangan dari gerakan Yahudi Konservatif. Gerakan Rekonstruksi Yahudi diprakarsai oleh Mordecai Kaplan yang merupakan salah satu kader penggerak dari Gerakan Yahudi Konservatif. Kaplan merasa bahwa Yahudi bukanlah hanya sekadar agama yang harus diyakini, tetapi juga agama peradaban dunia. Berdasarkan pernyataannya tersebut, maka terbentuk konsep gerakan rekonstruksi dimana agar kaum Yahudi bersama ideologi agamanya dapat selamanya menguasai peradaban dunia yang diistilahkan dengan New World Order. Gerakan Rekonstruksi Yahudi ini mulai beraksi dari kaum Yahudi Amerika. Terdapat sepuluh poin prinsip-prinsip dasar Gerakan Rekonstruksi Yahudi, yakni :
Yudaisme yang menyatukan kaum Yahudi sepanjang masa bukan hanya sekadar agama saja, melainkan agama peradaban
Kaum Yahudi harus mempelajari bagaimana cara menyatukan antara hidup dalam peradabannya yang bersejarah dengan peradaban lingkungan tempat dia tinggal
Kesatuan Yahudi melebihi perbedaan dan keragaman di antara komunitas-komunitas Yahudi dan keragaman yang timbul dari perbedaan lingkungan geografis mereka serta latar belakang budaya mereka
Pembaharuan pada Perjanjian Lama telah menyatukan di antara sesame Yahudi pada masa dulu, dan wajib sebagai bahan persatuan di masa ini, terutama Yahudi Israel dan Yahudi dunia
Tanah Israel adalah tanah air spiritual khusus bagi dunia Yahudi dan pusat peradaban sejarahnya, sehingga mereka membentuk bangsa yang kemudian menjadi negara bernama Israel
Kaum Yahudi di luar Israel harus membentuk komunitas-komunitas organik yang berupaya menegaskan nasionalisme, agama, dan budaya Yahudi
Pentingnya membangkitkan semangat keagamaan melalui kajian yang bebas dan memisahkan urusan agama dari negara
Misi keagamaan Yahudi menuntut penafsiran makna ketuhanan dengan penafsiran yang universal dan dalam perspektif eksperimental Yudaisme
Kesinambungan agama berlangsung dengan menjaga kesucian-kesuciannya dengan diejawantahkan ke dalam bentuk berupa teks-teks, peristiwa-peristiwa sejarah, tokoh-tokoh, tempat-tempat ibadah, dan hari-hari besarnya
Taurat dan peradaban agama Yahudi adalah sesuatu yang satu, dan oleh karena itu kedua elemen tersebut mengandung segenap pengalaman-pengalaman etika, budaya, dan spiritual bagi bangsa Yahudi.
Berdasarkan prinsip-prinsip dasar tersebut, maka mulai di era abad ke 20 hingga saat ini, konsep-konsep gerakan rekonstruksi Yahudi itu semakin massif digencarkan di seluruh dunia. Mulai dari pemunculan berbagai macam propaganda dunia, revolusi sistem, penanaman ideologi-ideologi Yahudi yang semakin massif ke dalam berbagai aspek sistem dunia, dan berbagai gerakan-gerakan lain yang hingga saat ini mungkin sudah banyak dirasakan di era modern. Hingga akhirnya kini sistem kaum Yahudi dapat mendominasi hampir seluruh aspek kehidupan dunia. Gerakan-gerakan mereka yang terbagi menjadi berbagai kelas, diantaranya Zionis yang beraksi pada gerakan politik, Illuminati yang berisi kaum-kaum elite Yahudi dan beraksi dalam pengendalian kaum-kaum elite terhadap dunia, dan Freemasonry yang begerak di kalangan buruh dan pekerja keras diluar kaum elite dengan klaim organisasi persaudaraan.
Akhir kata saya akan memberikan sedikit pendapat terkait buku ini. Menurut saya buku ini dapat direkomendasikan untuk memperluas pemahaman terkait ideologi agama Yahudi. Tetapi jika ingin membaca buku ini, sebaiknya harus memiliki kemampuan yang kuat dalam menganalisa karena bahasanya yang menurut saya sangat berbelit-belit, barangkali karena efek buku ini adalah buku terjemahan. Tetapi bahasan yang menurut saya sudah lebih ringan dan mudah dipahami yakni ada di bab 4 yang notabenya adalah kesimpulan dari pembahasan keseluruhan bab dan sub bab yang ada. Selain itu ketika akan membaca buku ini, saya sarankan harus memiliki pengetahuan dahulu dari berbagai referensi-referensi lainnya terkait bahasan kaum Yahudi dan agama Yahudi yang penjelasannya lebih ringan dan terperinci. Karena buku ini hanya fokus membahas tentang sejarah dan penggambaran ideologi agama Yahudi yang menurut pandangan saya lebih baiknya hanya sekadar untuk pengembangan pengetahuan saja terkait agama Yahudi.

Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *