Oleh

Bulian Mas Putra Pangestu

Kabid Advokasi PD IPM Brebes

  • Indahnya Malam karna Bulan
  • Indahnya Pagi karna Matahari
  • Indahnya Salam karna Sapaan

Assalamualaikum , dalam masa ini , indonesia mengalami perkembangan dalam teknologi informasi , mulai dari berkembangnya jaringan internet , televisi ,sosial media , serta banyaknya pelaku industri unicorn . Perkembangan ini membawa dampak yang besar bagi masyarakat . Namun , Setujukah pembaca sekalian bahwa  tingkat kesadaran sosial pada masyarakat ikut berkurang , seiring dengan kemajuan peradaban ? Dalam kesempatan ini , penulis ingin membahas tentang Social Movement , terutama pada kaum muda Milenialis dan juga penulis ingin menyinggung tentang sebuah teori sosial yang dikemukakan Dr. Moeslim Abdurrahman , seorang Cendekiawan Muslim Indonesia melalui teorinya “Teologi Islam Transformatif” .

            Gagasan “Islam Transformatif” yang dikemukakan oleh Dr. Moeslim Abdurrahman , diawali dengan keresahan beliau mengenai keadaan ketimpangan sosial yang terjadi pada masyarakat . Beliau ingin mendobrak isu tersebut perihal kebodohan dan masyarakat yang termarjinalkan dengan teori ini .

Apa itu Islam Transformatif ?

       Dr. Moeslim Abdurrahman melalui bukunya berjudul “Islam Transformatif”,ingin menyampaikan keresahan-keresahan beliau mengenai permasalahan ketimpangan sosial di Indonesia . Beliau yang memang seorang “ilmuwan” sosial islam , menyatakan bagaimana perspektif islam dalam mengatasi ketimpangan sosial , tanpa menyalahi kaidah-kaidah agama islam .

          Sejujurnya , dalam buku “Islam Transformatif” , Dr. Moeslim Abdurahman menyampaikan maksud dari gagasan islam transformatif secara konstektual , dalam artian , beliau tidak benar-benar menjelaskan apa itu Islam Transformatif secara tertulis . Jadi seperti membuat para pembaca buku tersebut untuk menyimpulkan sendiri apa itu Islam Transformatif . Dan penulis mencoba untuk menyimpulkan maksud dari gagasan tersebut ,  penulis berpendapat bahwa  Islam Transformatif adalah “bagaimana menyampaikan islam sebagai solusi atas ketimpangan atau permasalahan-permasalahan sosial , yang tujuannya merevetalisasi ajaran – ajaran islam dalam aspek sosial , memberikan pencerahan yang bersifat membebaskan kepada masyarakat yang masih termarjinalkan , ”.

bagaimana menyampaikan islam sebagai solusi atas ketimpangan atau permasalahan-permasalahan sosial , yang tujuannya merevetalisasi ajaran – ajaran islam dalam aspek sosial , memberikan pencerahan yang bersifat membebaskan kepada masyarakat yang masih termarjinalkan , ”.

          Transformatif menurut penulis dalam bahasan ini adalah penyampaian ajaran-ajaran islam “ideal” kepada masyarakat yang “termarjinalkan” , tujuanya untuk mengubah paradigma masyarakat yang masih terbelenggu dengan aturan-aturan “semu” , memberi kebebasan dan keleluasaan pada masyarakat untuk bangkit dan berkembang .

Paradigma Transformatif Pemuda Muslim Milenial.

          Islam Transformatif ini memang lebih berbicara tentang Social Movement , dan dalam pergerakanya , Islam Transformatif tidak selalu terikat dengan penyampaian ajaran-ajaran islam secara tekstual , namun juga secara kontekstual , dalam artian tidak harus menyampaikan dalil atau yang semacamnya , tapi juga bisa dalam bentuk tindakan sebagai implemantasi dari ajaran islam itu sendiri .

          Sedikit dari penjelasan diatas , pemahaman “Islam Transformatif” hendaknya harus dimiliki oleh para Pemuda Islam . Islam Transformatif menyerukan tentang reformasi Sosial , atau perubahan paradigma masyarakat tentang sosial . Dalam hal ini , Kaum Muda lah yang nantinya akan menjadi ujung tombak dalam implemantasi nilai – nilai islam transformatif . Kaum muda dipercayai sebagai Agent Of Change , sebuah keniscayaan bahwa pemuda memang memegang perubahan yang besar terhadap bangsa indonesia khususnya . Terbukti dengan didirikanya organisasi kepemudaan Indonesia pada masa penjajahan , pemuda juga ikut andil dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia , sampai dicetuskan Sumpah Pemuda tahun 1928 .  Begitu besar peran Pemuda ini terhadap masa depan bangsa .

          Era Milenial ini , Pemuda dihadapkan dengan permasalahan kesenjangan seperti kemiskinan , masalah pendidikan , dan lain – lain . Islam Transformatif ini mampu diterapkan dalam segala aspek sosial masyarakat . Contoh kasus yang sering dijumpai pada kawula muda milenial adalah masalah Bullying . Sebuah tindak kekerasan terhadap sesama ini sempat membuat heboh jagat Sosmed Indonesia . Tindakan tersebut tidak bisa dianggap remeh , karena bisa berubah menjadi sebuah kebiasaan dan dianggap hal yang sepele terjadi . Dalam hal ini , penerapan nilai – nilai Islam Transformatif diawali dengan pendekatan oleh keluarga . Keluarga menjadi kunci penting dalam pendidikan anak menuju kedewasaan . Dengan mengajarkan nilai – nilai agama (islam) yang ideal , mengajarkan arti toleransi , dan kepedulian kepada sesama .

          Islam Transformatif memberikan pandangan tentang penerapan nilai – nilai ajaran islam sesuai esensinya , karna sejatinya hadirnya agama islam dimuka bumi ini adalah untuk memberikan pencerahan , dan itulah tugas yang diembankan kepada rasulullah Muhammad SAW . Kawula muda , hendaknya memiliki pemikiran yang transformatif , sejalan dengan gagasan Dr. Moeslim Abdurrahman . Bahwa Agama islam , janganlah dipandang hanya dari segi halal – haram , dosa – pahala , atau hitam putihnya saja . Lebih dari itu , ajaran-ajaran islam banyak sekali yang mengandung unsur sosial . Penulis hendak mengambil contoh , yaitu tentang zakat . Zakat adalah memberi , sebagian harta orang – orang dengan kriteria tertentu dan dengan takaran tertentu dan di berikan kepada yang membutuhkan . Islam sudah sangat Transformatif , bahkan sejak awal diperjuangkan . Menilik tentang pembebasan hamba sahaya yang dilakukan pada zaman rasul dulu . Prinsip pembebasan dan pencerahan yang dibawa Dr. Moeslim Abdurrahman dengan “teologi transformatif”-nya ini , yang seharusnya diimplementasikan para pemuda Muslim Milenial dalam agenda aksi Sosialnya , pemahaman ini membawa modernisasi kepada Ummat  , memberikan pencerahan kepada masyarakat agar terciptanya masyarakat yang berkemajuan , dan pemuda islam yang berkeadaban.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *