Oleh : Atha Zha Zha Zaky (Sekretaris Bidang Advokasi PW IPM Jawa Tengah 2019-2021)

Mereka yang tersesat di jalan gelap

Saya berani menjamin banyak dari kita tahu dan mengikuti anime Naruto. Karena anime yang menceritakan kehidupan para ninja karangan Masashi Kishimoto ini telah menemani sebagian besar masa kecil hingga remaja kita. dalam perjalananya, kita menemui banyak ninja yang tersesat dari jalan kebaikan hingga menjadi super villain yang kudu susah payah dilawan Naruro dan tokoh protagonis lain dalam anime ini.

Sebutlah tuan Orochimaru, shinobi jenius, seorang ilmuan di bidang jurus terlarang dan otak atik anatomi tubuh manusia, serta salah satu penyandang gelar Saninn legendaris. Ninja ini diawal kemunculanya sudah mendeklarasikan sebagai villain lewat kelicikanya di ujian chunin dan otak penyerangan konoha. walau begitu murid hokage ketiga ini mendedikasikan dirinya untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Sayangngya tak diikuti dengan tekad api sehingga penelitiannya senantiasa menyengsarakan dan digunakan sebagai senjata.

Tapi bagi saya kejahatan besar Orochimaru adalah menentang takdir berupa kematian. Baik yang dilakukan pada dirinya dengan regenerasi dan gonta ganti tubuh atau pada orang lain lewat jurus menghidupkan kembali (edhotensei) yang kejamnya butuh tumbal manusia hidup. Sayangnya lagi,  pengembangan keilmuan tanpa mengindahkan kebaikan ini diikuti murid sekaligus asisten yaitu Kabuto. Ninja dengan spesialisasi bedah, hingga akhirnya menjadi penjahat juga.

Berikutnya Danzho Shimura, seorang nasionalis fanatik yang mengamalkan tekad api secara radikal. Shinobi ini juga pernah menjadi pemimpin desa konoha namun tak lama. walau tidak bisa dikatakan sepenuhnya jahat, tapi banyak tindakan kasar, kejam, licik dan jahat yang dia lakukan atas nama nasionalisme dan menjaga keutuhan desa. Menurut penulis, tokoh ini berbahaya karena mantan tentara dan punya kuasa atas pasukan elit khusus bernama Ne.

Nagato, Yahiko, Conan, serta Obito. Keempat ninja ini memiliki latar belakang hampir sama. Menderita dan kehilangan orang tercinta karena perang. Bedanya tiga ninja pertama sedari kecil sudah mengalami hidup keras dihantui kematian sewaktu-waktu. Hingga akhirnya dilatih oleh ninja baik Jhiraiya untuk tetap bertahan hidup. sayangnya dikemdian hari mereka menjadi inisiator kelompok teroris trans negara bernama Akatsuki.

Obito kehilangan satu satunya wanita yang memperhatikanya sekaligus sahabat dan cintanya saat perang. Ironisnya sang wanita pujaan hati mati ditangan sahabat sendiri (duh sakitnya). Sehingga menjadi tokoh jahat yang memicu perang besar dikemudian hari. Mereka berempat sama-sama terobsesi dengan kedamaian dalam tindakanya. Masih banyak tokoh-tokoh jahat lain yang termotivasi atas nama ilmu pengetahuan, obsesi kedamaian, atau nasionalisme namun ini saja yang penulis tuliskan.

Mereka tak sepenuhnya jahat

Tuan Orochimaru walau di awal kemunculanya sudah membuat kita ngeri lewat pedang yang keluar dari mulut, lidah panjang, tingkah kejam atau jenis kelamin yang tak jelas. Namun yang dia lakukan semata-mata mengembangkan ilmu pengetahuan. kita bisa lihat kerja keras dan dedikasinya bertahun-tahun meneliti. Danzo yang nampak licik dan kejam sejatinya sangat sayang dengan desanya. Apa yang dia usahakan bertujuan menjaga keutuhan desa walau seringkali mencelakai orang lain. Kita bisa melihat juga dedikasi yang luar biasa menjaga desa Konoha.

Baik Nagato, Yahiko, Konan, dan Obito mereka terobsesi akan kehidupan damai tanpa perang. Mereka tak ingin lagi manusia saling membunuh sehingga harus menderita. hanya saja pandangan tentang kedamaian dimata mereka salah kaprah. Sehingga apa yang dilakukan Nagato dan kawan kawan lewat Akatsuki memicu genosida massal. Dan dunia mimpi penuh kedamaian yang diimpikan Obito memicu perang dunia Ninja. Namun harus kita akui mereka bekerja keras dan mencurahkan dedikasi tinggi demi terwujudnya tujuan yang mereka anggap mulia.

Andai mereka mengenal dan turut berproses di IPM

Baik pengembangan ilmu pengetahuan, jiwa nasionalisme, mencipta perdamaian adalah tujuan mulia. Asal dalam kerangka agama dan kebaikan. Beruntungnya kita mengenal, dikader, dan berproses di IPM. Dalam ikatan ini tradisi keilmuan serta pengembanganya mendapat perhatian serius. Salah satu visi IPM adalah visi keilmuan, dalam visi ini setiap kader IPM harus menyadari dan meyakini bahwa sumber ilmu adalah Allah SWT. Konsekwensinya pengembangan ilmu pengetahuan harus berawal dari sikap pasrah dan tunduk kepada Allah SWT. Sedangkan dalam misinya membangun tradisi keilmuan harus dibawa pada tatanan kehidupan yang manusiawi, beradab, serta jauh dari tatanan kehidupan yang sekularistik, hedonistik, dan mekanistik. selain itu harus berorientasi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan Negara (Buku Idelogi IPM, 2016: 16-17).

Bayangkan jika Hokage ketiga selain mengajari jurus dan doktrin tekad api (kemudian hari dilupakan Orochimaru). Juga menyuruh Orochimaru agar aktif IPM dan dikader disana. Barangkali kejeniusan dan dedikasi pada penelitian Orochimaru akan diarahkan dalam rangka mencari ridha Allah, serta kemaslahatan umat dan bangsa. Mungkin nantinya tidak banyak korban yang berjatuhan untuk penelitianya. Juga ilmunya akan bermanfaat. Kabuto pun bisa fokus mengembangkan keahian bedahnya untuk mengobati Shinobi yang terluka.

Dalam IPM juga jiwa Nasionalisme kita dipupuk. Kita dituntut turut membangun bangsa sesuai kemampuan dan kapasitas kita, tentunya dalam kerangka takwa kepada Allah. Dalam kepribadian IPM poin terakhir disebutkan untuk “Sikap berjihad dengan segala potensi yang dimilikinya untuk persyarikatan, umat dan bangsa. Andai Hokage kedua menyarankan danzo di masa mudanya agar dikader di IPM. barangkali dia akan menyadari bahwa berjiwa nasionalis harus dalam kerangka takwa dan tak mengorbankan nilai kemanusiaan. Sehingga tak perlu korban tak berdosa berjatuhan.

Salah satu point lain dalam kepribadian IPM adalah memperbanyak kawan dan mempererat ukhuwah. Point ini sejatinya adalah kunci dari terwujudnya kedamaian. Selain itu agama Islam adalah agama penuh kedamaian dan Rahmat bagi seluruh alam. Kalau saja di masa mudanya Nagato, dkk, serta Obito aktif di IPM. Mereka akan sadar bahwa untuk mencapai kedamaian tak perlu dengan kekerasan. Mungkin mereka akan beralih jadi influencer penebar pesan perdamaian, anti intoleran dan tindakan kekerasan. Sehingga tidak ada kelompok teroris akatsuki dan terhindar dari perang besar.

Betapa beruntungnya kita ber-IPM. Tidak hanya fokus pada gerakan keilmuan, namun memupuk keimanan dan ketakwaan. Tidak melulu mengkafirkan dan membidahkan namun mengajak dengan penuh kegembiraan. Tidak acuh terhadap lingkungan dan nasib bangsa, juga turut serta menjadi agen perdamaian. Terakhir apakah kita akan berdiam diri dengan keberuntungan kita, atau berusaha dan mencurahahkan jiwa, pikiran, dan tenaga kita dalam mewujudkan “Pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakan dan menjunjung tinggi nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Seperti para shinobi yang berjuang mati-matian demi tujuannya.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *