ipmjateng.or.id, Jawa Tengah – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah mengadakan pembukaan kegiatan Entrepreneur Online Course pada Kamis, (11/6).

Kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi pelajar se Indonesia ini mengambil tema “Training Menjadi Entrepreneur dalam Satu Bulan Secara Online”.

Kegiatan yang diselenggarakan selama satu bulan ini diikuti oleh 75 peserta di seluruh dunia. Pasalnya, selain dari Indonesia, ada juga 3 peserta yang tinggal di Hongkong. Selain itu, ada juga peserta dari luar IPM seperti Himpunan Mahasiswa Islam Solo, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan pengusaha-pengusaha muda lainnya.

Widya, salah seorang peserta dan wirausaha asal Brebes yang tinggal di Hongkong mengatakan ingin belajar kewirausahaan. “Ingin mempelajari ilmu baru sekaligus menambah relasi”, jelasnya ketika dihubungi oleh panitia.

Entrepreneur Online Course ini diselenggarakan sejak tanggal 11 Juni 2020 dan akan selesai pada 11 Juli 2020. Bangkit Nurullah, ketua panitia EOC mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan pengusaha yang mandiri. “Biar mandiri, karna hidup kita nggak 100% ditanggung oleh negara”, ujarnya.

Training yang diadakan secara online ini menghadirkan praktisi-praktisi bisnis seperti Rahmad Budiyanto, owner Kebon Batik dan koordinator Yubi Solo; Angga Rohmat, owner Honest Coffee dan penulis buku Banjir Orderan dari Instagram; Suryadin Laoddang, owner Kampus Dosen Jualan Yogyakarta; Tri Bagus Prasetyo, owner 84 Batik dan Bendahara Umum PW IPM Jateng; serta Bangkit Nurullah, owner Sabun Asmuty yang sekaligus menjadi Ketua Panitia.

Nurul Huda, Ketua Umum PW IPM Jateng mengatakan bahwa pelajar harus belajar untuk berwirausaha untuk meniru semangat para sahabat nabi terdahulu. “Kita harus meniru semangat para sahabat nabi untuk berwirausaha. Hal ini bisa bernilai ibadah”, ujarnya dalam pembukaan EOC melalui video conference.

Materi dalam training ini disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, Google Meet, live streaming YouTube, dan live streaming Instagram. Materi yang disampaikan pun beragam seperti Facebook marketing, Instagram marketing, riset, copywriting, teknik closing, dan lain-lain. Selain penyampaian materi, panitia juga menyediakan kelas-kelas diskusi untuk lebih mengasah kemampuan berwirausaha. *(ysf/eric)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *