http://ipmjateng.or.id, KOTA SEMARANG -Dalam rangka mencegah meningkatnya angka korupsi di Provinsi Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah (PW IPM Jateng) menyelenggarakan Seminar Antikorupsi dengan tema “Pemerintahan yang Bersih Menuju Percepatan Pembangunan. Seminar yang dihadiri oleh Sandiaga Uno sebagai tamu spesial ini, berlangsung pada hari Sabtu siang (15/4) di Restoran Eden Kota Semarang.

Seminar yang dihadiri oleh kalangan mahasiwa, pelajar, dan organisasi masyarakat se-Kota Semarang ini, terselenggarakan berkat adanya kerjasama antara PW IPM Jateng, IPNU Jateng (Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama Jawa Tengah), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Pasca Sarjana Undip, KP2KKN (Komite Penyelidikan dan Pemberantasaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) Jawa Tengah, dan Badan Kajian Strategis (BKS) Jawa Tengah.

 

Dalam acara seminar ini menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Bambang Widjojanto, Ahmad Fanani, dan Prof. Suteki dan dimoderatori oleh Teguh Hadi Prayitno dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jateng. Dalam materinya Direktur Madrasah Anti Korupsi Ahmad Fanani menyatakan bahwa pemuda memiliki peran untuk mencegah korupsi yang salah satunya adalah dengan cara memliki keterlibatan aktif di publik misalnya ketika ikut dalam pesta rakyat.

Adapun Prof. Suteki selaku akademisi Undip menyampaikan bahwa pemerintahan sekarang dapat dikatakan kurang bersih atau tidak bersih dibuktikan dengan adanya 32 kepala daerah yang ada di Jawa Tengah terindikasi korupsi. Komisioner KPK tahun 2011-2015 Bambang Widjojanto menyampaikan bahwa untuk mencegah korupsi, Indonesia dapat mencontoh negara-negara Skandinavia dengan tiga hal yang harus digerakkan yaitu integritas seorang pemimpin, pembangunan sistem yang baik dan bersih, serta keterlibatan partisipasi publik dalam hal pencegahan korupsi.

Sebelum acara ditutup, moderator memberi kesempatan kepada audiens untuk bertanya kepada para pembicara. Terdapat enam pertanyaan dari para audiens yang secara keseluruhan tidak hanya seputar korupsi, namun juga berkaitan dengan sosial, hukum, dan politik di Indonesia, yang selanjutnya dijawab oleh para pembicara. Di akhir sesi menjawab yang disampaikan oleh Bapak Bambang Widjojanto, beliau menyatakan bahwa kader partai politik yang akan mencalonkan diri sebagai pejabat, sebenarnya tidak perlu ber-iklan (melakukan upaya persuasif, bila memiliki image yang baik di masyarakat. Acara selanjutnya adalah penutupan dan dakhiri dengan foto bersama para pembicara. (Sulis&Tuti)

Yuk Bagikan Tulisan ini !!!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *