Kolaborasi merupakan istilah umum yang sering digunakan dalam menggambarkan suatu pola
hubungan kerjasama yang dilakukan oleh lebih dari satu pihak. Beragam definisi kolaborasi yang
dikemukakan oleh para ahli dengan sudut pandang yang berbeda. Namun demikian, beragamnya definisi
kolaborasi didasari oleh prinsip yang sama, yaitu terkait kebersamaan, kerjasama, berbagi peran,
kesetaraan, dan tanggungjawab.
Definisi Kolaborasi menurut Edward M Marshall (1995) dalam buku Transforming the Way We
Work: The Power of the Collaborative Workplace menjelaskan, “It is a principle based process of working
together, wich produces integrity and breakthrough result by building true concensus, ownership, and
alignment in all aspects of the organization.” Kolaborasi adalah proses yang mendasar dari bentuk
kerjasama yang melahirkan kepercayaan, integritas, dan terobosan melalui pencapaian konsensus,
kepemilikan, dan keselarasan pada semua aspek organisasi.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang telah menisbahkan dirinya sebagai organisasi otonom
Muhammadiyah pengemban misi gerakan dakwah amar makruf nahi munkar di kalangan pelajar. Misi
besar dan mulia ini sulit dijalankan atau mustahil untuk dijalankan jika para kader yang ada didalamnya
tidak didasari dari bentuk bekerjasama yang baik dalam seluruh komponen organisasi seperti konsep yang
didefinisikan oleh Edward M Marshall.
Lebih lanjut dalam Q.S. Ali Imran ayat 104, ayat ini merupakan petunjuk dari Allah SWT kepada kaum
mukmin, yakni hendaknya di antara mereka ada segolongan orang yang mau berdakwah dan mengajak
manusia ke dalam agama-Nya. Para ulama berpendapat bahwa yang dimaksud “segolongan orang” dapat
diartikan sebagai bentuk perintah agar kaum mukmin bersatu dan saling bekerjasama (kolaborasi),
bahkan ayat ini yang melatarbelakangi KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan persyarikatan
Muhammadiyah.
Pada hakekatnya tujuan kolaborasi adalah untuk mencapai tujuan bersama dengan saling
membantu antara satu dengan yang lainya. Memudahkan sesuatu yang sulit, mempercepat sesuatu yang
lama, dan meringankan sesuatu yang berat, sehingga menghasilkan sebuah tujuan atau output secara
efektif. Maka, spirit dalam membangun budaya kolaboratif adalah spirit kebersamaan, karena dengan
kebersamaan yang telah didasari oleh trust menumbuhkan kegembiraan diantara mereka yang
berkolaborasi.
Al-Farabi adalah seorang tokoh filsuf islam yang paling sering membicarakan tentang
kemasyarakatan. Ia menyebutkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang memiliki kecenderungan
alami untuk berkelompok dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan manusia
yang lain, dengan kata lain manusia harus berkolaborasi dengan manusia yang lain.
Dalam konsep al-Madinah al-Fadhilah karya Al-Farabi disebutkan dengan kecenderungan alamiah
manusia untuk hidup bermasyarakat maka lahirlah kelompok-kelompok sosial sehingga muncul istilah
kota dan Negara. Karya Al-Farabi banyak memuat pikiran-pikiran aliran planonisme (paham ajaran Plato).
Seperti yang dinyatakan Plato tentang konsep “Negara Utama” bahwa suatu Negara sangat erat
hubungannya antara satu dengan yang lain dan saling bekerjasama. Bekerja sesuai dengan keahlian dan
kecakapan masing-masing yang dijiwai dengan rasa tanggungjawab dan kesetiaan.

Masih menurut Al-Farabi, “Kota Utama” dalam konsep al-Madinah al-Fadhilah berorientasi
kebahagiaan. Kebahagiaan secara individual maupun komunal, kota utama harus memberikan
kebahagiaan bagi penghuninya. Pemimpin dalam kota ini memiliki tugas membimbing dan menunjukkan
kebahagiaan itu kepada warganya.
Maka dari itu, tema “Encouraging Collaboration” ini diangkat semata-mata upaya untuk
membangun kesadaran kolektif bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah adalah bagian dari Kota utama yang
telah disebutkan Al-Farabi, memiliki tanggungjawab sesuai dengan perannya untuk membimbing dan
menunjukkan jalan kebahagiaan sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini oleh IPM yaitu; nilai ketauhidan,
nilai keilmuan, nilai kekaderan, nilai kemanusiaan, dan nilai kemandirian.
Melalui Rakorbid, IPM Jawa Tengah mendorong integrasi setiap bidang dan program-program yang
telah disusun untuk mensukseskan visi besar Ikatan pelajar Muhammadiyah, berkolaborasi yang
menggembirakan sesuai kemampuan, keahlian, dan potensi yang dimiliki oleh IPM itu sendiri. Sehingga
terbentuklah pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan
menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.