ipmjateng.or.id, Semarang – Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah memberikan keterangan terkait ramainya aksi terorisme yang menyerang aparat kepolisian dalam pekan ini yang menjadi kekhawatiran publik. Dimana aparat kepolisian mengamankan 2 perempuan remaja bersenjata gunting yang mencoba menyerang polisi di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok (12/5) pukul 03.00 WIB.

Keterangan pihak kepolisian menyebutkan, kedua perempuan tersebut bernama Dita Siska Millenia dan Siska Nur Azizah. Polisi menyita sejumlah barang bawaan mereka,berupa dua buah KTP, dua unit ponsel, dan satu buah gunting. Hasil interogasi kepolisian menunjukkan, keduanya akan melakukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob di Mako Brimob.

Selain barang bukti tersebut, ditemukan pada salah satu perempuan berinisial DSM dari keduanya sebuah Kartu Tanda Anggota (KTA) Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Kendal.

Disampaikan Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah, Ahmad Basyiruddin, terkait isu yang beredar tentang penyerangan Mako Brimob (12/5 ) oleh Pelajar beridentitas KTA IPM atas nama Dita Siska Millenia, kami Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah telah melakukan kroscek langsung salah satu anggota PD IPM Kendal. “Dita Siska Millenia memang pernah menempuh pendidikan di salah satu sekolah Muhammadiyah Kendal, namun tidak menjadi pengurus IPM aktif“.

Lebih lanjut Basyir menegaskan bahwa yang bersangkutan SEJAK Lulus dari  Ponpes Darul Arqam Patean Kendal  pada tahun 2017 TIDAK LAGI SEBAGAI ANGGOTA IPM, sehingga tidak bisa dikaitkan dengan kejadian tersebut. tegasnya.

Terlepas dari itu Ketua Bidang Advokasi Rizki Yakaria Nofandi menyampaikan bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam Amar Ma’aruf Nahi Munkar di kalangan pelajar mengecam keras segala bentuk paham dan tindak terorisme.

Kami menghimbau kepada seluruh kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah untuk kembali ke Khittah dan Gerakan IPM sebagai Gerakan Pelajar Berkemajuan. Dengan harapan agar kita tidak terprovokasi dan senantiasa bertabayyun terkait arus informasi yang diperoleh berkaitan isu tersebut. Tandas Rizki. Snts

Yuk Bagikan Tulisan ini !!!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *